
Info Rupiah Indonesia - Euro masih belum bergeming dari keterpurukannya selama tiga minggu berturut -turut hal ini disebabkan oleh belum adanya penyelesaian yang bagus guna mengatasi krisis di Yunani. Walaupun sudah ada kesepakatan para pemimpin Uni Eropa untuk memberikan bailout kepada Yunani dengan syarat Yunani menjalankan langkah penghematan guna menekan beban utang yang besar namun tetap saja Euro masih terpuruk. Untuk diketahui Euro diperdagangkan pada level US$1,4263 dari sebelumnya US$1,4356 dan ini bukan pertanda baik.
Walaupun pertumbuhan perekonomian AS juga tidak menggembirakan dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang direncanakan adalah 3,1 persen namun kenyataannya hanya tumbuh 2,7 persen sampai dengan 2,9 persen sehingga hal ini membuat para pelaku pasar hanya melihat saja sampai menunggu saat yang tepat dan sentimen yang baik untuk melakukan investasi. Bahkan sudah beredar isu bahwa The FED akan memangkas pertumbuhan ekonomi AS dan ini akan memberatkan langkah investor guna mencari investasi yang paling aman namun dibalik itu The FED juga memberi stimulus dengan pembeliat aset obligasi sehingga mendorong permintaan akan dollar.
Namun tetap saja keadaan yang tidak bagus ini membuat beberapa mata uang Asia mengalami pelemahan seperti Bath Thailand turun menjadi 30,66 perdollar AS, Rupe India turun menjadi 44,9588 perdollar AS, Ringgit Malaysia 3,0358 perdollar AS dan Rupiah menjadi 8.603 perdollar AS. Semua investor wait and see sampai ada sentimen positif yang dapat memberikan keuntungan pada investor.

0 comments:
Post a Comment