Info Rupiah Indonesia -Seperti yang sudah diperkirakan, lolosnya Yunani dari gagal bayarnya membuat Euro bersinar setelah empat pekan terpuruk terhadap dollar AS. Langkah parlemen menyetujui langkah penghematan sungguh tepat karena membuat hal positif untuk mendongkrak naiknya Euro sekaligus meredakan kecemasan para investor dan mulai kembali melirik aset-aset emerging market yang sudah beberapa pekan dihindari Selain itu Yunani sungguh bernasib baik karena disaat yang bersamaan bank-bank di Jerman dan Perancis setuju untuk melakukan perpanjangan secara sukarela senilai total 2 miliar Euro obligasi Yunani yang jatuh tempo hingga tahun 2014.Hal lain yang dirasa membawa angin segar bagi penguatan Euro adalah adanya kabar bahwa Bank Sentral Eropa akan menaikan suku bunganya pada minggu depan hal ini akan membuat Euro semakin diminati dan membuat Euro semakin menguat. Euro saat ini berada pada level US$1,4526 sudah menguat 2,4% dari sebelumnya.
Sedangkan beberapa mata uang lainnya yang ikut menguat mengikuti Euro adalah Won Korea Selatan, Won naik menjadi 1.063 perdollar AS dan mungkin akan terus menguat seiring dengan berita tangguhnya perekonomian dan pasar saham walaupun inflasi sedikit tinggi dan memicu kenaikan suku bungga namun ini merupakan berita baik bagi investor.
Sama dengan Rupiah, Rupiah (informasi kurs terkini) menguat mencapai level tertingginya sejak tiga pekan yaitu pada level 8.526 perdollar AS ini adalah kenaikan untuk hari keempat dan total dana asing yang mengalir adaah US$207 juta lebih dari yang mereka jual kapan hari. Dan penguatan ini masih bisa terus menguat karena inflasi yang melandai karena tangguhnya fundamental perekonomian Indonesia.
Ada yang menguat tentu ada yang melemah, mata uang yang melemah seperti dollar Australia (Aussie). Aussie melemah pada level US$1,0770 disebabkan oleh laporan tentang data penjualan ritel dan ijin pembangunan rumah yang merosot sepanjang Juni dibandiongkan bulan Mei kemarin. hal ini mencerminkan lemahnya dukungan terhadap perekonomian Australia dan sekaligus memicu isu negatif bahwa Bank Sentral Australia akan menunda kenaikan suku bunganya tahun depan.


0 comments:
Post a Comment