Info Rupiah Indonesia - Euro menguat terhadap Yen dan Dollar AS setelah negara-negara G-20 mengadakan pertemuan guna membahas resesi global dan merupakan sentimen positif jika pernyataan yang ditimbulkan dapat meyakinkan investor. Kelompok G-20 sudah berjanji untuk mengkonfirasi niat mereka untuk bekerja sama secara international guna mengatasi krisis dan melakukan pertemuan di Washington.Setelah pernyataan mengenai komitmen kelompok G-20 di umumkan dan membuat investor terkesan maka pasar ekuitas mulai bangkit dan melakukan profit taking sehingga membuat Euro naik namun sebagian pelaku pasar memperkirakan bahwa setiap bouncing pasar tidak akan bertahan lama apalagi tidak ada hal yang baru yang lebih substansial yang membuat kita berfikir akan terjadi perubahan yang besar.
Euro naik setelah G-20 berjanji mendukung bank-bank, diperdagangkan pada level $1,3510 sedangkan terhadap Yen naik sekitar 0,5 persen menjadi 103,15 per Yen dari sebelumnya sebesar 102,211 per Yen.Untuk Aussie Dollar Australia berada pada level 97,84 sen AS, Kiwi Selandia Baru berada pada level 78.02 sen AS.
Walaupun beberapa bursa terguncang namun rupiah (untuk Kurs Rupiah Saat Ini) sedikit menguat dibandingkan sehari sebelumnya karena Bank Sentral melakukan intervensi di pasar seperti mencegah rupiah untuk tidak terlalu fluktuatif dan melikuidasi portofolio dalam bentuk rupiah. Bank Sentral menegaskan akan tetap berada di pasar guna meningkatkan kepercayaan.
Harga obligasi reli setelah bank sentral membeli surat utang pemerintah sebesar 1,74 triliun melalui lelang pasar sekunder. Untuk minggu ini asing tercatat melepas saham domestik sebesar US$255 juta lebih besar dari jumlah yang mereka beli dan kepemilikan asing dalam saham domestik turun 2,8 %menjadi Rp232,81 triliun.
Sekilas tentang bursa AS ikut terguncang dan melemah akibat aksi jual bursa global karena kekhawatiran terhadap kondisi global sehingga pelaku pasar menjual portofolionya dan ditukar dengan dana tunai. Pasar bereaksi negatif setelah The FED mengeluarkan pernyataan akan menurunnya ekonomi AS secara signifikan baik initial jobless claims, indikator pergerakan harga properti dan leading indicator menunjukan kondisi mixed.
Sentimen negatif sebanyak inilah yang turut membuat harga emas kembali turun yaitu sebesar US$1.744 per troy ounce, tembaga turun menjadi $7,405 per ton sedangkan minyak mentah naik pada level $106 perbarel

0 comments:
Post a Comment