Info Rupiah Indonesia - Gencarnya tekanan dari pihak aliansi yang menuntut Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi untuk menyerahkan kekuasaannya sebelum voting parlemen terhadap anggaran 2010 besok ini membuat semua mata mengarah pada Italia dan membuat Euro kembali melemah dan pasar Asia ikut turun sebagai imbasnya.Jika Berlusconi masih ngotot untuk tetap bertahan maka tingkat yield obligasi Italia kemungkinan akan terus menanjak sampai saat ini tingkat yield Italia sudah mencapai 6,37% dan mendekati tingkat yield dimana Yunani, Irlandia dan Portugal mencari dana talangan untuk membayar utangnya.
Investor tidak memiliki keyakinan bahwa Italia mampu memotong beban utang sebesar 6,4% dan beberapa sekutu Berlusconi membelot ke oposisi dan sepertiganya berhenti kemarin dan yang lainnyameyerukan agar Berlusconi mundur.
Sampai saat ini Euro melemah terhadap Dollar AS dan Yen, terhadap Dollar Euro turun ke level $1,3772 dan terhadap Yen berada pada level 107,56 Yen sedangkan Franc Swiss mulai tenggelam dan bergeser ke level 1,2295 per Euro dan 89,26 sen terhadap Dollar AS seiring dengan rencana intervensi Bank Sentralnya jika mata uangnya dianggap mengancam perekonomian Swiss.
Kekhawatiran investor akan kondisi Eropa yang tidak juga membaik mendorong permintaan akan mata uang yang dianggap save haven seperti Franc Swiss dan Yen Jepang sehingga membuat Bank Sentralnya kelabakan akan naiknya mata uang mereka yang berdampak tidak baik bagi perekonomian mereka sehingga memaksa bank Sentralnya campur tangan di pasar uang (Kurs USD IDR saat ini).
Ketidak pastian inilah yang membuat investor wait and see dan mulai beralih ke komoditas yang dianggap paling aman seperti emas. Harga emas naik lebih dari setengah persen dan didukung oleh minat beli di pasar Shanghai yang kuat dan diperdagangkan pada harga 361,40 Yuan per gram atau setara dengan $1,772.8 per ons.

0 comments:
Post a Comment