Info Rupiah Indonesia -Beberapa Bank Sentral yang tergabung dalam Uni Eropa mulai berancang-ancang untuk membuat mata uang sendiri dan meninggalkan Euro karena meragukan masa depan Euro. Bank Sentral itu antara lain adalah Bank Sentral Montenegro, Bank Sentral Yunani dan Bank Sentral Irlandia. Beberapa Bank Sentral yang tidak bergabung dengan Euro seperti Bank Sentral Swiss, Bank Sentral Inggris, Bank Sentral Bosnia dan Bank Sentral Latvia mulai bersiap-siap akan adanya kemungkinan beralihnya pengguna Euro ke mata uangnya.Sebagian besar investor masih menunggu hasil dari KTT Uni Eropa yang berakhir hari ini mengenai langkah-langkah yang diambil guna mengatasi krisis utang di Eropa dan apakah mereka mampu meyakinkan pasar akan kelangsungan Euro apalagi setelah beredarnya sentimen negatif yang mengatakan adanya rencana pengucuran dana sebesar US$270 juta oleh European Central Bank melalui Dana Moneter Internasional hal ini bakal melemahkan Euro walaupun kabar ini dibantah oleh IMF.
ECB juga sudah menurunkan suku bunganya menjadi 1 % dan mengajukan proposal pinjaman jangka panjang dengan bunga rendah untuk merangsang likuiditas perbankan di Eropa. Sedangkan harga emas mulai rebound dan berada pada level US$1,714.13 per troy ounce.
Sedangkan Rupiah melemah ke level Rp9.073 (Kurs USD IDR saat ini) namun Bank Sentral tidak akan membiarkan Rupiah melemah dengan mengambil langkah menerapkan Twin Intervent ion Strategy yakni melepas Dollar AS ke pasar dan menggunakan dananya guna membeli Surat Utang Negara. Strategi ini sangat baik walaupun beresiko mengurangi cadangan devisa.

0 comments:
Post a Comment