Info Rupiah Indonesia - Saham Asia tergelincir seiring munculnya kekhawatiran akan melambatnya pertumbuhan ekonomi di wilayah ini sekaligus melemahnya Euro menjelang penjualan obligasi Italia hari ini dan besok. Euro berada pada level $1,3070 dan terhadap Yen berada pada level 101,70.Banyaknya investor yang memilih posisi netral menjelang liburan akhir tahun daripada berburu keuntungan membuat pasar tertekan dan bervolume rendah akibatnya harga emas turun sebanyak 0,5% berada pada level US$1,586.13 per troy ounce dan merupakan harga terendah sejak 19 Desember begitu juga tembaga ikut turun ke level $7,548.75 per metrik ton di London.
Sedangkan harga minyak mengalami kenaikan akibat ancaman Iran akan memblokir transportasi minyak mentah yang melewati Selat Hormuz apabila sanksi asing yang dikenakan pada ekspor minyaknya membuat harga minyak naik mendekati level tertinggi dalam enam minggu yaitu naik 0,1% berada pada level $101,54 per barel di New York.
Ancaman Iran ini belum berpengaruh pada akhir tahun ini kemungkinan besar akan menjadi sumber volatilitas pada tahun depan bersama dengan isu krisis utang di Eropa. Terbukti dengan pasar valuta asing yang stabil dan cenderung tenang hanya berpengaruh pada harga minyak mentah saja.
Untuk kondisi Rupiah saat ini melemah akibat pengaruh krisis Eropa sekaligus banyaknya permintaan terhadap Dollar AS guna membayar utang yang jatuh tempo pada akhir tahun. Rupiah berada pada level Rp9.165 (Kurs USD IDR saat ini) namun masih lebih rendah daripada kemarin yaitu Rp9.200 yang merupakan level terendah sejak 15 Desember.

0 comments:
Post a Comment