Info Rupiah Indonesia - Euro sedikit tertekan sebagai imbas dari kesepakatan utang di Yunani tidak berjalan lancar sesuai perkiraan dengan para kreditor karena Yunani masih meminta kemungkinan write-off utang yang diperbesar dari 50 persen menjadi 70 persen ditambah rekstrukturisasi sisa utang menjadi tenor 30 tahun namun disaat yang bersamaaan Yunani gagal menepati target-target ekonomi terutama disiplin fiskal yang disepakati sebagai syarat berlanjutnya perundingan kesepakatan tersebut.Euro melemah 0,1 persen menjadi $ 1,3067 sedangkan di pasar Asia ada beberapa saham yang menguat sebagai imbas dari membaiknya manufaktur China secara tidak terduga disusul dengan laporan ekonomi AS yang melemah.
Won Korea Selatan melemah 0,3 persen menjadi 1.126,93 per dollar akibat dari ekspor yang turun 6,6 persen dari tahun sebelumnya pada bulan Januari dan sekarang Bank Of Korea sedang berencana membeli beberapa ratus juta Dollar ekuitas China dan sejumlah besar obligasi negara untuk diversifikasi cadangan devisa.
Sedangkan Dollar Australia turun 0,4 persen menjadi $ 1,0576, terhadap Yen Jepang turun 80,61 Yen, NZD Selandia Baru turun 0,6 persen menjadi 82,17 sen AS dan Kiwi turun 0,7 persen menjadi 62,63. Untuk Rupiah Indonesia sendiri melemah karena imbas dari melemahnya pertumbuhan ekspor Indonesia sehingga Rupiah jatuh terbesar mingguan yaitu ke level Rp9.030 per Dollar AS.
Hari ini adalah jadwal dari Biro Statistik untuk merilis data inflasi dan ekspor Indonesia seperti yang diperkirakan para ekonom pertumbuhan ekspor selama Desember adalah yang terendah dalam 2 tahun terakhir yaitu hanya naik 3,5 persen saja dari tahun sebelumnya sedangkan inflasi diprediksi melambat menjadi 3,61 persen pada Januari kemarin dari 3,79 persen per Desember. Asing sudah melepas saham domestik sebesar US$95 juta lebih besar dari pada yang mereka beli dan ini yang membuat " Rupiah tertekan ".

0 comments:
Post a Comment