Info Rupiah Indonesia - Sentimen positif muncul dari China setelah Bank Sentral China akan memotong persyaratan cadangan bagi bank atau yang disebut Giro Wajib Minimum (GWM) guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang melemah akibat dari menurunnya pasar perumahan sekaligus menjinakan inflasi di negaranya sehingga membuat saham-saham di Asia menguat di tambah lagi keyakinan akan disetujuinya penggelontoran dana talangan oleh pemimpin Eropa semakin meningkatkan optimisme investor dan menyokong sentimen pengambilan resiko.Euro naik 0,6 persen pada $1,3213 terhadap Dollar AS juga naik terhadap Yen yaitu 105,75 dan tetap di level 105,14. Mata uang Australia juga menguat 0,7 persen berada pada $1,0784, Selandia Baru juga menguat 1 persen menjadi 84,08 Sen. Sedangkan mata uang Asia yang menguat yaitu dipimpin oleh Ringgit Malaysia menguat 0,6 persen menjadi 3,0195, Won Korea Selatan menguat 0,3 persen menjadi 1.122,25, Peso Filiphina naik 0,4 persen menjadi 42,450, Yuan China menguat 0,07 persen 6,2948 sedangkan Rupiah Indonesia berada pada level Rp 9.038 dari sebelumnya Rp 9.017 (Kurs USD-IDR saat ini).
Selain itu harga emas juga ikut menguat seiring melemahnya Dollar AS, harga emas naik 0,8 persen menjadi US$ 1.736,80 per troy ounce sedangkan untuk pengantaran April naik 0,7 persen menjadi US$ 1.738 per troy ounce.
Harga beberapa komoditas lain juga ikut menguat seperti Tembaga naik 1,8 persen menjadi $ 8.320 per metrik ton, Seng meningkat 2,8 persen menjadi $ 2,000.25 per ton, Nikel naik 1,9 persen menjadi $ 20.000 sedangkan Timah naik 2,7 persen menjadi $ 24.100.Sedangkan harga minyak dunia melompat tinggi ke level tertingginya dalam sembilan bulan terakhir, untuk pengantaran Maret naik sebesar US$ 1,97 menjadi US$ 105,21 per barel di New York Mercantile Exchange. Hal ini disebabkan antara lain keluarnya pernyataan Iran yang menghentikan ekspor minyaknya ke Perancis dan perusahaan-perusahaan Inggris. Negara-negara Eropa tidak punya pilihan lain selain menerima kesepakatan jika tidak ingin semuanya terguncang. Harga minyak Brent juga naik untuk pengantaran April dari US$ 1,57 menjadi US$ 121,15 per barel di ICE Futures Europe Exchange.

0 comments:
Post a Comment