Info Rupiah Indonesia - Mayoritas mata uang Asia mengalami penguatan pada hari ini yaitu : (1)Dipicu oleh dirilisnya data ekonomi AS yang positif sekaligus adanya (2)Pelonggaran moneter di China sehingga mendongkrak permintaan akan aset-aset beresiko. Data ini berdampak sangat baik bagi negara-negara dengan perekonomian ekspor seperti Malaysia dan Thailand.Bath thailand mencatat penguatan terbesar di Asia yaitu menguat 1,4 persen menjadi 30,35 per Dollar AS sedangkan Ringgit Malaysia menguat 0,6 persen mejadi 3,0088. Sedangkan mata uang Asia lainnya yang ikut menguat antara lain adalah Won Korea Selatan juga menguat sebesar 0,4 persen menjadi 1.124,83, Rupee India menguat 0,1 persen menjadi 49,20.
Won Korea Selatan walaupun menguat tetap harus mewaspadai tingginya harga minyak karena tingginya harga minyak membuat perusahaan minyak Korea Selatan membeli lebih banyak dollar untuk menyelesaikan tagihan impor sehingga akan membatasi keuntungan akan kenaikan Won ini.
Sedangkan Rupiah Indonesia mengalami "pelemahan setelah asing keluar dari pasar domestik dipicu oleh rencana kenaikan harga BBM bersubsidi sehingga membuat sentimen negatif" dan memunculkan kekhawatiran akan melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia sesuai dengan pernyataan yang mengatakan bahwa kenaikan BBM cenderung akan memukul konsumen dan membuat PDB melemah dalam jangka pendek sehingga asing lebih memilih berburu aset lain yang lebih menguntukan dari pada Rupiah dan akibatnya Rupiah tertekan dan melemah. Untuk diketahui Rupiah berada pada level Rp9.079 per Dollar (Kurs USD IDR saat ini).
Euro menguat ke level $1,3369. (3)Seiring keluarnya data pertumbuhan ekonomi jerman yang menyatakan pertumbuhannya akan naik delapan kuartal berturut-turut dan jika pertumbuhan Jerman ini positif itu artinya Eropa akan mampu menghadapi krisis ini.

0 comments:
Post a Comment