Info Rupiah Indonesia - Kebuntuan masalah politik di Yunani membuat investor cemas karena kabar akan gagalnya skenario bailout dan apakah Yunani akan keluar dari zona Euro membuat krisis semakin memburuk. Jika benar hal itu terjadi maka kepercayaan investor pada zona Eropa terutama pada aset mata uang akan goyah dan membuat investor bertanya-tanya akankah aset tersebut cocok sebagai cadangan devisa. Ada sedikit kabar baik yang berhembus dimana masalah itu akan terpecahkan karena pemerintahan yang baru akan segera terbentuk.Ditengah wajah kelegaan investor ada berita negatif lagi yang muncul dan membuat Euro lebih tertekan yaitu pernyataan dari JP Morgan Chase & Co yang menyatakan bahwa mereka merugi sebesar 2 miliar Dollar AS dalam enam pekan terakhir dan saham JP Morgan & Co anjlok 6,5 persen ditambah saham Citigroup yang turun 3,6 persen, Bank Of America turun 2,6 persen dan Goldman Sachs turun 2,4 persen.
Euro jatuh pada level 1,2936 dan terhadap Yen Jepang turun di 103,27 sedangkan Dollar AS terhadap Yen berada pada 79,89. Hal ini pula yang membuat Dollar Australia melayang pada level $1,0066 dari sebelumnya $1,0086.
Sedangkan di pasar regional Rupiah Indonesia tercatat menguat 1,2 persen menjadi Rp9.159 (Kurs USD IDR saat ini) yang merupakan kenaikan terbesarnya sejak 27 September. Penguatan Rupiah ini dipicu oleh intervensi Bank Sentral dipasar mata uang yang memebeli mata uang guna menekan inflasi.
Intervensi BI ini ditujukan untuk mengurangi volatilitas nilai tukar Rupiah dan menaikan suku bunga pada tagihan dan deposito berjangka untuk menyerap kelebihan dana dalam sistem keuangan.
Bank Indonesia akan selalu hadir di pasar valuta asing dan mengambil langkah untuk memperkecil spread antara tingkat referensi dan tingkat semalam sehingga membuat Rupiah semakin menarik bagi investor. Disamping itu BI mempertahankan BI rate nya pada 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur kemarin dan ini direspon positif oleh pasar saham walaupun beberapa bursa utama Asia melemah akibat sentimen negatif global akibat isu Yunani.
Jika Rupiah terus mengalami tren penguatan sampai dengan akhir tahun 2012 ini mungkin saja BI rate akan turun 25-50 bps. Didukung oleh pernyataan dari Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono yang akan menyampaikan paket kebijakan penghematan BBM pada 23 Mei mendatang yang mengindikasikan kecilnya kemungkinan pemerintah akan menaikan BBM bersubsidi dan lebih mengutamakan dalam hal pengendalian konsumsinya.

0 comments:
Post a Comment