Info Rupiah Indonesia - Setelah sempat menguat dalam dua hari ini, Euro kembali jatuh karena kepercayaan investor terhadap Euro memudar akibat naiknya biaya pinjaman Spanyol yang melonjak ke level tertinggi sejak 15 tahun yaitu menyentuh 6,83 persen yang merupakan tertinggi sejak 1997. Fitch Rating memperkirakan bahwa Perdana Menteri Mariano Rajoy akan kehilangan target anggaran defisit sehingga mendorong permintaan akan aset yang lebih aman.Pernyataan dari Menteri Keuangan Austria yang mengatakan bahwa Italia mungkin memerlukan penyelamatan keuangan akibat biaya yang tinggi dan tambahan dana tidak akan cukup membantu ekonominya membuat Euro jatuh sebesar 0,2 persen menjadi $1,2484 padahal hari ini Italia dijadwalkan akan menjual obligasinya sebesar 6500000000 ($8,1 miliar).
Euro terhadap Yen berada pada level 99,38 Yen Sedangkan Dollar menguat terhadap Euro juga terhadap Yen yaitu 79,63. Dollar Australia stabil di level $0,99450 dan Kiwi sempat mencapai level 77,89 sen AS sebelum akhirnya diperdagangkan pada level 77,69.
Spekulasi yang muncul bahwa Federal Reserve dalam FOMC Meeting pada 19-20 Juni ini akan berbuat lebih banyak untuk merangsang ekonomi AS membuat beberapa mata uang Amerika Latin seperti Peso Meksiko menguat 0,8 persen menjadi 13,9767. Sepertinya spekulasi akan adanya Quantitative Easing ke-3 tersebut akan membuat sentimen positif investor dalam jangka pendek dan ini langsung direspon positif oleh pasar komoditas tercatat harga minyak mentah Brent naik tipis 0,1 persen menjadi $97,24 per barel.
Sentimen positif ini juga akan merambat ke pasar Asia seperti Indonesia, diketahui Rupiah Indonesia ditutup pada level Rp 9.449 per Dollar AS sedangkan IHSG turun 0,35 persen ke level 3.852,58 dan Rupiah diprediksikan akan bergerak dalam kisaran Rp 9.380-Rp 9.450.

0 comments:
Post a Comment