Info Rupiah Indonesia - Kurs rupiah bergerak dengan kecenderungan konsolidasi. Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS setelah hasil pertemuan menteri keuangan Zona Euro gagal meredakan kecemasan terhadap memburuknya krisis di kawasan itu.Menteri-menteri keuangan Zona Euro telah sepakat untuk memberikan waktu ekstra hingga 2014 untuk mencapai target pemangkasan defisit Spanyol. Pertemuan itu dinilai tidak menghasilkan kemajuan terkait wacana pengaktifan fasilitas dana talangan untuk menenangkan gejolak di pasar obligasi.
Nilai mata uang rupiah melemah 13 poin menjadi Rp9.453 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp9.440 per dolar AS seiring masih adanya kecemasan pasar terhadap krisis Eropa.
Nilai tukar euro terhadap dollar AS merosot ke posisi terendah dua tahun, dan juga merosot terhadap mata uang lainnya, seiring dengan para pedagang menggunakan euro untuk membiayai pembelian aset yang berimbal hasil tinggi. Euro melemah terhadap dollar Australia menyusul Bank Sentral Eropa yang memangkas suku bunga ke rekor terendah sepanjang masa.
Dolar jatuh lebih dari 0,2 persen menjadi 79,39 yen dan hampir tidak berubah terhadap mata uang Swiss di 0,9802 franc. (A026), sedangkan Pound jatuh 0,06 persen menjadi 1,5517 dolar.
Pelemahan nilai tukar berisiko merupakan refleksi dari masalah yang belum terselesaikan di zona Euro dan keterbatasan Bank Sentral Eropa (ECB) dalam memperlonggar kebijakannya.
Investor masih tetap gelisah menantikan keputusan Mahkamah Konstitusi Jerman terkait ratifikasi European Stability Mechanism (ESM) dan implementasi kebijakan penghematan anggaran baru. Banyak investor tetap sangat skeptis bahwa para pembuat kebijakan Eropa dapat mengatasi masalah utang di kawasan ini yang telah berjalan lama. Sementara itu, peralihan risiko para investor global diprediksi ikut menghampiri pasar finansial domestik dan menahan masuknya dana asing ke dalam negeri.
Para menteri keuangan zona euro telah menyetujui paket bantuan 30 miliar euro yang dapat dibuat untuk Spanyol pada akhir bulan dengan tujuan untuk membantu ban-bank yang tertekan. Sebagai tanggapan atas imbal hasil obligasi jangka panjang dan jangka pendek, Spanyol yang telah jatuh kembali.
Pelaku pasar masih cenderung menempatkan dananya dalam bentuk dolar AS karena dinilai dapat menjaga nilai aset di tengah kondisi Eropa yang belum menunjukkan perbaikan. Pasar masih perlu mewaspadai kelanjutan krisis utang Eropa, terutama Spanyol. Pemberian dana talangan ke Spanyol membawa dampak positif. Namun di sisi lain, perpanjangan waktu yang diberikan kepada Spanyol untuk memangkas defisit anggarannya di bawah 3 persen mendorong negara lain untuk mengetatkan anggaran.

0 comments:
Post a Comment