Info Rupiah Indonesia - Saham Apple kembali menembus rekor tertingginya sepajang sejarah setelah memenangkan gugatan terhadap Samsung. Sayangnya, rekor baru ini belum kuat mendorong Wall Street ikut menguat tinggi.Penjualan saham dibuka melemah sebelum akhirnya bergerak fluktuatif akibat bercampurnya data ekonomi yang dirilis. Akhirnya, saham-saham pun ditutup mixed dengan kecenderungan melemah.
"Pasar digerakkan oleh kasus paten antara Apple dan berita M&A," kata analis dari Charles Schwab & Co dikutip dari AFP, Selasa (28/8/2012).
Saham Apple mengukir rekor baru lagi, tembus US$ 682,07 per lembar sebelum berakhir di US$ 675,48 per saham, naik 1,9%. Rekor ini diraih setelah Apple memenangkan gugatan senilai US$ 1 miliar terhadap Samsung.
Sedangkan saham Google, yang sistem androidnya dipakai oleh seluruh ponsel pintar Samsung, turun 1,4%. Namun, koreksi paling tinggi di Nasdaq terjadi di saham Hewlett-Packard, anjlok 2,1% gara-gara melambatnya penjualan komputer rumah.
Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 33,30 poin (0,25%) ke level 13.124,67. Indeks S&P 500 turun tipis 0,69 poin (0,05%) ke level 1.410,44, sementara Indeks Komposit Nasdaq didorong saham Apple naik 3,40 poin (0,11%) ke level 3.073,19.
Harga minyak mentah AS turun hampir sebesar 1% seiring Badai Tropis Isaac memaksa kilang minyak AS Gulf Coast untuk ditutup, mengurangi permintaan untuk minyak mentah. Emas sempat menyentuh level tinggi 4-1/2 bulan sebelum kemudian terkoreksi dalam spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin akan merilis tambahan stimulus pada pertemuan bank sentral pekan ini. Sementara itu bursa saham AS ditutup dekat level rendah sesi setelah diperdagangkan dekat level flat sepanjang sesi, di tengah minimnya data ekonomi yang dirilis dan seiring investor yang berhati-hati menjelang idato Bernanke pekan ini. Data ekonomi hari ini adalah HIA new home sales dari Australia, UBS consumption indicator, employment level dari Swiss, Gfk consumer climate dari Jerman
Kinerja dollar AS mungkin akan terkikis oleh merebaknya ekspektasi pelonggaran moneter Federal Reserve menjelang event Jackson Hole di akhir pekan. Presiden Fed of Chicago, Charles Evans, mengatakan bank sentral AS harus segera meluncurkan stimulus moneter dan membeli obligasi selama mungkin hingga tingkat pengangguran alami penurunan yang berkelanjutan.
Pimpinan Fed, Ben S. Bernanke, mengatakan masih ada ruang untuk tindakan lebih lanjut demi meringankan kondisi keuangan dan memperkuat pemulihan ekonomi dalam surat kepada petinggi parlemen AS.
AUD sentuh level rendah satu bulan dan terlihat rentan lanjutkan pelemahan seiring merebaknya kekhawatiran atas ekonomi Cina, mitra dagang terbesar Australia. Laba di perusahaan industri Cina turun untuk empat bulan berurutan menjadi 366,8 miliar yuan. AUD tidak dapat melanjutkan rally di tengah munculnya sinyal akan keberlanjutan perlambatan ekonomi Cina.
Meski demikian, trader cukup yakin performa AUD akan kembali cemerlang jika dilihat dari data CFTC yang tunjukan peningkatan posisi long aussie. Alasan utama mengapa Aussie tidak terpuruk tajam karena ada harapan Fed akan melonggarkan kebijakan moneternya lebih lanjut.

0 comments:
Post a Comment