Translate

Euro Berpotensi Menguat Akibat Aksi Short-Covering

Thursday, September 6, 2012 | Permalink

Info Rupiah Indonesia - Setelah kemarin (06/09) sempat bermain di level tinggi dua bulan, hari ini EUR/USD bergerak di kisaran 1.2500-1.2700. Presiden ECB, Mario Draghi sudah menguraikan rencana pembelian obligasi untuk mengeluarkan zona Eropa dari masalah yang membelit, jelas Daisaku Ueno, analis mata uang dan fix income senior di Mitsubishi UFJ Morgan Stanley.

EUR diprediksi masih akan berada di atas level 1.2600, dan berpotensi menguat akibat aksi short-covering dalam jangka pendek. Fokus pasar tertuju pada data non-farm payrolls AS hari ini. EUR/USD di 1.2634.

AUD/USD mengkonsolidasikan penguatan semalam di Asia setelah sentimen risiko melonjak menyusul pengumuman ECB terkait rencana intervensi baru obligasi.


Pada saat penulisan, Aussie dikutip pada 1.0280, dengan level resistance di 1.0300 dengan catatan selanjutnya di 1.0340 dan 1.0370, sementara level support terletak pada 1.0270, 1.0220 dan 1.0190.


Penguatan AUD cenderung berlanjut ke atas 1.0300, untuk memperlihatkan lonjakan cepat menuju 1.0340 di mana AUD akan mengisi kesenjangan pembukaan mingguan. Kuatnya penguatan di atas 1.0340 akan menempatkan tekanan bullish lebih lanjut untuk Aussie, untuk kemudian bergerak menuju 1.0370 dan 1.0410 selanjutnya.


IHSG kemarin bertambah 27 Poin mengikuti laju penguatan bursa-bursa di regional. Investor masih menanti hasil pertemuan bank sentral Eropa dalam menanggulangi krisis utang. Mengakhiri perdagangan, Kamis (5/9/2012) IHSG ditutup menguat 27,505 poin atau 0,67% ke level 4.102,857.

Saham-saham di Wall Street melaju kencang, menembus posisi tertinggi sejak jatuhnya Lehman Brothers yang memicu krisis ekonomi global 2008. Penguatan ini dipicu oleh rencana pembelian surat utang di negara-negara Eropa oleh ECB.

Selain itu, pasar saham negeri paman sam itu juga didorong oleh sentimen data ekonomi yang melebihi ekspektasi, yaitu di sektor jasa dan jumlah tenaga kerja baru.

Presiden ECB Mario Draghi, sudah menepati janjinya di Juli lalu yang akan melakukan segala cara demi menanggulangi krisis utang. Mengakhiri perdagangan, Kamis (5/9/2012) IHSG ditutup menguat 27,505 poin atau 0,67% ke level 4.102,857.

Saham-saham di Wall Street melaju kencang, menembus posisi tertinggi sejak jatuhnya Lehman Brothers yang memicu krisis ekonomi global 2008. Penguatan ini dipicu oleh rencana pembelian surat utang di negara-negara Eropa oleh ECB.

Selain itu, pasar saham negeri paman sam itu juga didorong oleh sentimen data ekonomi yang melebihi ekspektasi, yaitu di sektor jasa dan jumlah tenaga kerja baru.

Presiden ECB Mario Draghi, sudah menepati janjinya di Juli lalu yang akan melakukan segala cara demi menanggulangi krisis utang di Eropa. Bank sentral itu berniat memborong surat utang tanpa ada batasan demi menyelamatkan negara Eropa yang terkena krisis.

Program ECB ini, yang tidak disetujui oleh Bundesbank dari Jerman ini, akan melakukan pembelian surat utang dan menahannya dalam jangka waktu tiga tahun, tentunya dengan mandat dari ECB. ECB juga akan menahan tingkat suku bunga di level terendah 0,75% untuk menahan laju inflasi juga memperlonggar biaya pinjaman.

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones melonjak 244,52 poin (1,87%) ke level 13.292,00. Indeks Standard & Poor's 500 melompat ke level 28,68 poin (2,04%) ke level 1.432,12 posisi tertingignya sejak Mei 2008, sebelum krisis finansial global.

Pergerakan indeks dalam bulan-bulan terakhir ini sangat dipengaruhi oleh kabar dari Eropa. Atas rencana ECB ini indeks S&P sudah naik 8% sejak awal Juli.

Euro diperdagangkan menguat terhadap dollar AS setelah European Central Bank merilis program pembelian obligasi baru dan kemungkinan tidak terbatas untuk mengatasi krisis hutang zona Euro, yang mana juga mendorong emas naik dan Wall Street untuk ditutup pada level tinggi beberapa tahun.


0 comments:

Post a Comment

Indeks Dollar

ratrimoneychanger
Masukan Email Anda disini: