Info Rupiah Indonesia - AUD diperdagangkan melemah versus rival-rival utamanya pada hari Selasa, pasca minutes pertemuan kebijakan RBA bulan ini menunjukkan keprihatinan para pembuat kebijakan terhadap pergerakan mata uang. Apresiasi AUD telah mendatangkan resiko terhadap perekonomian. RBA juga mensinyalkan jika mereka masih memiliki cukup ruang untuk menurunkan tingkat suku bunga.Selain mempertahankan suku bunga pada 3,5%, dalam pertemuan kebijakan 4 September lalu RBA juga menilai jika rospek inflasi saat ini masih menyisakan ruang lingkup untuk melakukan penyesuaian kebijakan dalam menanggapi setiap penurunan pada prospek pertumbuhan.
GBP terus bertengger di sekitar level tertinggi 4½-bulan versus USD seiring ketidakpastian Spanyol mendorong para investor beralih mengoleksi mata uang Inggris sebagai safe haven alternatif. GBP juga nampak tidak bereaksi terhadap melambatnya data inflasi Inggris, yang tidak banyak merubah ekspektasi mengenai kemungkinan ekspansi program pembelian aset oleh BoE pada akhir tahun ini. Serangkaian data Inggris yang membaik dalam beberapa pekan terakhir juga masih menyediakan dukungan bagi GBP seiring meredanya kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan.
IHSG kemarin jatuh 31 poin setelah akhir pekan lalu mencetak rekor tertingginya sepanjang masa. Investor banyak mengambil untung di saham-saham unggulan. Mengakhiri perdagangan, IHSG ditutup ambles 31,389 poin (0,74%) ke level 4.223,894.
Pasar saham Wall Street berakhir datar menyusul aksi ambil untung lanjutan yang dilakukan investor. Pasalnya, posisi indeks The Standard & Poor's 500 masih tinggi, naik lebih dari 5% sejak Juli lalu.
Jatuhnya harga minyak juga menjadi faktor pemberat pasar, indeks sektor energi di S&P 500 melemah 0,7% memimpin pelemahan di antara sektor-sektor lainnya.
Akhir pekan lalu, indeks menguat ke posisi tertingginya dalam lima tahun, didorong rencana stimulus tahap ketiga yang dilakukan The Federal Reserve untuk mendorong perekonomian Amerika Serikat (AS).
Saham FedEx jatuh 3,1% ke level US$ 86,55. Indeks transportasi dan logistik di Dow Jones pun kehilangan 1,1%. FedEx memangkas target perolehan laba tahun depan gara-gara melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia.
Sementara Apple Inc, yang baru saja mencetak rekor penjualan iPhone 5, memberikan topangan kepada pasar. Sahamnya kembali cetak rekor tertinggi sepanjang sejarah di posisi US$ 702,33 sebelum ditutup di US$ 701,91, naik 0.3%.
Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones naik tipis 11,54 poin (0,09%) ke level 13.564,64.
Emas naik 0.3% menjadi $1,765.95 per ounce saat para analis mengatakan bahwa penguatan terjadi akibat kekhawatiran efektivitas program pembelian obligasi QE3 Federal Reserve. Indeks rata-rata Dow Jones melaju 11.69 poin atau 0.09%, untuk ditutup tak resmi di angka 13,564.79. Kontrak minyak mentah AS turun dalam 2 sesi berturut-turut hari Selasa, tertekan kekhawatiran pertumbuhan ekonomi dan indikasi bahwa Arab Saudi siap untuk menekan harga.
Data terpenting hari ini yang patut diawasi adalah Tingkat Suku Bunga Jepang, MPC Meeting Minutes Inggris, Building Permits dan Existing Home Sales dari AS.
Info demand akhir bulan + regional koreksi, banyak pembayarab dan deviden jatuh tempo bln september

0 comments:
Post a Comment