Info Rupiah Indonesia - USD tumbang ke posisi terendah 4-bulan versus EUR dan terendah 1-bulan versus Yen pasca data Non Farm Payrolls AS yang lebih lemah dari ekspektasi memicu kembali spekulasi pelonggaran kuantitatif lebih lanjut oleh Federal Reserve.Para investor juga menggunakan data bulan Agustus ini untuk mempertimbangkan apakah Fed akan meluncurkan QE3 setelah pertemuan kebijakan hari Kamis mendatang.
Berkurangnya pencari kerja telah menekan tingkat pengangguran menjadi 8,1% dari sebelumnya 8,3%. Lemahnya data pekerjaan AS telah menambah tekanan bagi Presiden AS Barack Obama menjelang pemilu bulan November.
Respon positif para investor terhadap rencana pembelian obligasi ECB yang diumumkan hari Kamis telah mendorong Euro lebih tinggi. Yield surat hutang Spanyol bertenor 10-tahun turun di bawah 6% untuk pertama kalinya sejak Mei, sementara imbal hasil Italia juga memperlihatkan pergerakan serupa.
GBP melambung ke level tertinggi 4-bulan terhadap USD pada hari Jumat setelah data ketenagakerjaan AS yang mengecewakan pasar mendorong spekulasi pelonggaran moneter lebih lanjut oleh Federal Reserve. GBP juga menuai dukungan dari data industri dan manufaktur Inggris yang melampaui ekspektasi pada bulan Juli.
Produktivitas industri berhasil mencatat kenaikan terbesar dalam 25 tahun terakhir menyusul pulihnya manufaktur dari gangguan yang disebabkan oleh libur ekstra Queen's Jubilee pada bulan Juni.
IHSG akhir pekan lalu menunjukkan keperkasaannya dengan menguat 40 poin terkena stimulus positif dari bursa Eropa yang juga menghijau setelah Bos Bank Sentral Eropa Mario Draghi menyatakan dukungan penuh menyelesaikan persoalan krisis utang.
Sedangkan bursa saham AS bergerak naik jelang penutupan akhir pekan lalu. Indeks S&P mengalami kenaikan tinggi 14% dan berada di level tertinggi sejak empat tahun terakhir.
Pasar merespons positif niat bank sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) untuk membeli surat utang negara-negara Eropa yang berada di ambang krisis. The Fed juga merespons hal ini dengan niat pemberian stimulus, sebagai bentuk konkret perbaikan ekonomi AS.
Sepanjang 2012, kenaikan indeks S&P tergolong agreasif dan pada penutupan perdagangan terakhir bertengger pada level 1.437,92, atau naik 5,8 poin dibandingkan hari sebelumnya.
Tidak hanya S&P yang mengalami kenaikan, tren ini juga terjadi pada Nasdaq dan Dow Jones. Nasdaq naik 0,61 poin ke level 3.136,42 sementara Dow Jones mengalami apresiasi 14,64 poin ke posisi 13.306,64.
Hari ini, IHSG diperkirakan akan kembali mencoba menembus level 4.200 dalam jangka pendek. Akan tetapi, ada potensi profit taking setelah indeks reli cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
Indeks Nikkei 225 melemah 24,93 poin (0,28%) ke level 8.846,72.
Indeks KOSPI naik 6,74 poin (0,35%) ke level 1.936,32.

0 comments:
Post a Comment