Info Rupiah Indonesia -Krisis Yunani benar-benar menular ke negara sekitarnya, setelah Italia terimbas sekarang Irlandia juga ikut terseret sehingga Moody Investors Service memotong rating kreditnya dari Baa3 menjadi Ba1. Langkah ini diambil dengan melihat perkembangan ekonomi Irlandia yang mengecewakan dan mungkin memerlukan dana tambahan guna mengatasi utang negaranya. Irlandia bermaksud bertahan dengan memotong anggarannya namun itu belum cukup karena real estatenya jatuh ambruk sehingga memicu utang negara bertambah dan membutuhkan dana talangan.Tentu saja semakin banyak negara Eropa yang terpuruk dan tertular krisis maka membuat Euro semakin melemah dan akhirnya jatuh mencapai level terendah sejak empat bulan yang lalu terhadap dollar AS. Gagalnya para menteri keuangan mencari solusi guna menangkal penularan krisis ini memperparah kinerja Euro sehingga investor benar-benar beralih ke mata uang yang paling aman disaat seperti ini yaitu dollar AS.
Namun begitu tidak semua mata uang melemah mengikuti Euro, Rupiah misalnya setelah dua hari terpangkas hari ini mulai menguat kembali seiring aksi beli oleh para investor. Rupiah berada pada level Rp8.554 per dollar AS ( Update Kurs Ratri Exchange Rates )dan merupakan salah satu mata uang terkuat di Asia dan bahkan beberapa pengamat mengatakan bahwa Rupiah akan menguat sampai pada akhir tahun ini dan merupakan mata uang yang terkuat. Sebagai indikator kekuatannya dapat dilihat dari kepemilikan asing terhadap surat utang negara yang meningkat 22 persen pada tahun ini menjadi 239,3 triliun sedangkan pembelian saham oleh asing mencapai US$1,7 miliar lebih dari yang mereka lepas tahun ini.
Selain Rupiah mata uang asia lainnya yang menguat adalah won Korea Selatan, won naik menjadi 1.064,15 per dollar AS setelah beberapa hari terpuruk. Geliat Won diakibatkan dirilisnya data tingkat pengangguran yang rendah sama seperti bulan lalu dan ini menandakan pondasi perekonomiannya yang mulai menguat walaupun krisis Yunani masih melanda.

0 comments:
Post a Comment