Translate

Penurunan Rating Utang Selandia Baru

Friday, September 30, 2011 | Permalink

Info Rupiah Indonesia - Banyaknya ketidakpastian pada pertumbuhan ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat yang tidak juga membaik menyebabkan tekanan pada mata uang Euro dan memberikan kesempatan bagi dollar AS untuk unjuk gigi. Euro kembali melemah terhadap dollar AS setelah partai koalisi Kanselir Jerman Angela Merkel lebih memilih peningkatan pada kekuatan fasilitas stabilitas keuangannya.

Ditambah penurunan rating utang Selandia Baru oleh Fitch Rating dan Standard & Poor dari AAA menjadi AA+ dan mata uang asing dari AA+ menjadi AA membuat Bank Sentral Eropa menurunkan biaya pinjaman minggu depan. Akibat globalnya akan ada peningkatan terhadap mata uang safe haven seperti Yen dan Dollar AS.

Yen menguat seiring tingginya permintaan terhadap Yen walaupun ditengah spekulasi bahwa eksportir Jepang akan memulangkan laba luar negeri sebelum paruh pertama tahun fiskal berakhir. Yen naik ke 103,70 per Euro dari sebelumnya yaitu 104,48 per Euro sedangkan dollar naik ke $1,3542 per Euro dari sebelumnya $1,3597.

Selain Yen dan Dollar AS (index Dollar)yang mengalami penguatan sebagian besar mata uang Asia mengalami pelemahan terbesar dalam satu dekade terakhir. Won Korea Selatan turun 9,6% pada bulan ini menjadi 1.179,95 per Dollar AS sedangkan Dollar Taiwan melemah 5% menjadi NT$30,556, Ringgit Malaysia melemah 6,9%, Bath Thailand melemah 3,9% menjadi 31,17 sedangkan Rupiah sebesar 3,3% pada bulan ini menjadi Rp8.824 per Dollar (kurs USD-IDR saat ini).

Melemahnya Rupiah dipicu oleh keluarnya dana asing akbat kekhawatiran investor akan krisis di AS dan Eropa sebesar Rp14 triliun beberapa waktu lalu namun beberapa pengamat meyakini bahwa dana asing yang keluar itu akan kembali masuk bahkan dalam jumlah yang lebih besar dengan melihat bahwa kondisi Indonesia terjaga oleh tiga tiang penopang pasar modal di Indonesia yang sudah sesuai dengan harapan.

Perlu diperhatikan tiga tiang penopang pasar modal terutama bursa saham yaitu pertumbuhan ekonomi yang stabil diiringi stabilitas sosial dan politik, kinerja emiten yang positif dan pasar uang yang terjaga. Bank Indonesia menjaga pasar uang sedangkan dua pilar lainnya dijaga oleh pemerintah.

Dalam tiga hari ini asing sudah mulai kembali melakukan pembelian yang lebih besar daripada menjual sahamnya, asing menjual saham karena kebutuhan menutup kerugian di tempat lain dan kebutuhan konsolidasi jika sudah memegang uang cash mereka harus menginvestasikannya kembali dan ini menjadi kesempatan yang bagus bagi pasar Indonesia yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik selain India dan Tiongkok. India sedang inflasi tinggi sedangkan Tiongkok melambat tinggal Indonesia yang relatif stabil sekaligus inflasi yang rendah diharapkan Indonesia menjadi pilihan utama para investor asing.

0 comments:

Post a Comment

Indeks Dollar

ratrimoneychanger
Masukan Email Anda disini: