Info Rupiah Indonesia - Berita negatif muncul dari Asia yaitu keluarnya (1) data ekonomi China yang menunjukan adanya perlambatan ekonomi di negaranya. China mengatakan bahwa defisit perdagangan pada bulan Februari tertinggi bahkan dalam 22 tahun, penjualan luar negerinya hanya 114,5 miliar Dollar AS(18,4 persen MoM) kurang dari estimasinya yang sebesar 31 persen sedangkan nilai impornya sebesar 146 miliar dollar AS (39,6 persen MoM).Bank Rakyat China (PBOC) berjanji untuk mengurangi kontrol negara terhadap suku bunga China dan Pasar Mata Uang untuk memungkinkan kekuatan pasar untuk bermain lebih besar dan sekaligus mengatakan bahwa Beijing mempunyai banyak ruang untuk lebih memotong rasio persyaratan cadangan bagi bank dan setiap keputusan akan didasarkan pada kondisi likuiditas pasar dan arus masuk devisa.
Pelemahan data ini membuat kekhawatiran di zona Asia ditambah lagi (2) data ekonomi AS yang mencatat penguatan. Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan adanya kenaikan jumlah lapangan kerja di AS sebanyak 227.000 pada bulan lalu namun berita ini masih kalah berpengaruh terhadap pasar Asia dibandingkan data perlambatan di China karena langsung mempengaruhi outlook permintaan ekspor di Asia menurun.
Grafik beberapa mata uang Asia begerak beragam hari ini, Rupiah Indonesia berada pada level Rp9.130 (kurs USD IDR saat ini), Ringgit Malaysia melemah 0,5 persen menjadi 3,0245 per Dollar, Yuan China melemah 0,33 persen menjadi 6,3282 per Dollar, Bath Thailand melemah 0,2 persen menjadi 30,64 per Dollar, Dollar Taiwan berada pada NT$29,512, Peso Fliphina turun 0,3 persen menjadi 42,69 dan Vietnam Dong stabil di level 20,830.
Euro tergelincir ke level $1,3118 sedangkan Dollar terhadap Yen berada pada level 82,36. Melemahnya Euro membuat harga emas kembali menguat karena emas dianggap safe haven tercatat harga emas untuk pengantaran April naik 0,3 persen berada pada posisi US$1.717,40 per troy ounce di Comex New York.Sementara harga emas dipasaran berada pada level US$1.714,68 per troy ounce.

0 comments:
Post a Comment