Info Rupiah Indonesia - Euro yang sempat tersenyum kemarin secara mengejutkan hari ini keok karena sentimen negatif yang muncul dari Spanyol yang mana Standart & Poor memangkas rating utang Spanyol dari A menjadi BBB+ dengan melihat adanya peningkatan resiko untuk kinerja fiskal dan fleksibilitas juga pada beban utang terutama mengingat kewajiban kontijensi yang meningkat yang terwujud dalam neraca pemerintahannya.Euro mengalami penurunan di $1,31766 dari $1,3236 sebelum akhirnya berada pada level $1,3205. S&P meminta negara-negara zona Euro yang lebih baik untuk mengelola krisis utang dan mengatakan bahwa prospek ekonomi Spanyol bisa lebih memburuk kecuali ada tindakan lebih tegas di tingkat Eropa.
Tindakan itu dapat berupa penyatuan yang lebih besar dari sumber daya fiskal dan kewajiban, mekanisme dukungan langsung bank untuk melemahkan kedaulatan-bank link dan konsolidasi pengawasan perbankan atau harmonisasi kebijakan tenaga kerja dan upah.
Walaupun Euro tertekan namun masih ada peluang untuk terapresiasi karena masih tingginya permintaan investor akan Euro sekaligus didukung oleh sentimen negatif dari AS yang berupa prediksi menurunnya data produk domestik bruto kuartalan AS yaitu sekitar 2,5 persen dari sebelumnya yaitu 3 persen sehingga akan melemahkan posisi Dollar AS (indeks dollar)dan mengangkat fluktuasi Euro.
Sedangkan mata uang Asia sangat beragam pergerakannya ada yang menguat namun ada juga yang melemah. Dollar Taiwan diketahui menguat 0,9 persen menjadi NT$29,261, Ringgit Malaysia menguat 0,5 persen menjadi 3,0490, Won Korea Selatan menguat 0,5 persen menjadi 1,134.40, Peso Filiphina naik 0,4 persen menjadi 42,44 per Dollar, Bath Thailand naik 0,2 persen menjadi 30,85, Yuan China naik 0,07 persen menjadi 6,3041 dan yang melemah antara lain Rupiah Indonesia melemah 0,1 persen menjadi Rp9.192 (kurs USD IDR saat ini) dan Dong Vietnam turun 0,2 persen menjadi 20,870.

0 comments:
Post a Comment