Info Rupiah Indonesia - Pasar Asia berjalan tenang sekali walaupun pasar Jepang tutup untuk libur publik dan beberapa pasar Asia akan tutup pada Selasa untuk libur Mei. Ditambah data produk domestik bruto yang turun dari 3 persen menjadi 2,2 persen pada kuartal pertama namun tidak terlalu buruk untuk memacu pembelian obligasi lebih atau quantitative easing.Dollar melemah terhadap Yen yaitu berada pada 80,10 bahkan terhadap Dollar Australia yaitu berada pada $1,0455, terhadap Sterling berada pada $1,6276 sedangkan terhadap Euro tidak terlalu parah karena Euro sendiri memiliki masalah pasca downgrade peringkat Spanyol pekan lalu oleh S&P yang mengejutkan. Dollar berada pada level $1,3247 terhadap Euro dan Euro turun 0,2 persen terhadap Yen yaitu berada pada 106,24 (Indeks Dollar).
Lemahnya sentimen positif di zona Eropa dapat membuat tingginya permintaan terhadap Yen namun Jepang sendiri masih terbelit masalah struktural seperti tingginya utang publik dan melemahnya perdagangan sehingga menekan kurs Yen namun begitu untuk saat ini Yen masih punya cukup kekuatan untuk menguat terhadap mata uang utama lainnya.
Berbeda dengan Rupiah Indonesia yang berada hampir mendekati level psikologisnya yaitu Rp 9.200 akibat dari "perlambatan ekonomi global" juga karena "isu kenaikan BBM" yang masih belum jelas kepastiannya. Ditambah lagi "tertundanya pemberian peringkat layak investasi oleh lembaga pemeringkat Standard & Poor's" cenderung menambah sentimen negatif untuk Rupiah.
Bank Indonesia membiarkan nilai tukar Rupiah ditentukan oleh pasar sehingga semakin memberi tekanan terhadap Rupiah apalagi ditengarai cadangan devisa Indonesia semakin menipis sehingga Bank Indonesia tidak leluasa bertindak guna mengendalikan Rupiah. Rupiah berada pada kisaran Rp 9.179-Rp 9.196 per Dollar AS (Kurs Dollar Rupiah saat ini)dan harapan untuk terapresiasi hanya ada pada hasil lelang SUN besok yang mana investor hanya wait and see saja.

0 comments:
Post a Comment