Info Rupiah Indonesia - Euro melemah, mata uang Asia juga melemah dan harga emas ikut turun semua itu akibat dari kekhawatiran akan krisis global yang diakibatkan oleh krisis utang di Eropa. Kekhawatiran akan keluarnya Yunani dari zona Euro masih belum mereda ditambah munculnya sentimen negatif dari Spanyol mengenai naiknya biaya pinjaman sebagai langkah penyelamatan bank yang bermasalah.Langkah ini memicu kekhawatiran investor bahwa krisis utang sudah meyebar bersamaan dengan pengunduran diri Gubernur Bank Spanyol Miguel Angel Fernandez Ordonez sebulan lebih cepat dari yang seharusnya ditengah kecaman atas Nasionalisasi Mei 9 dari kelompok Bankia yaitu pemberi pinjaman terbesar ketiga di Spanyol.
Spanyol mungkin saja akan memerlukan bailout dan berencana akan menggunakan utang pemerintah dan bukan uang tunai untuk menyelamatkan Bankia sesuai dengan keinginan Perdana Menteri Mariano Rajoy yang ingin menopang pemberi pinjaman bangsa tanpa membebani keuangan publik dan ini sudah sesuai dengan undang-undang yang telah disetujui pada bulan Februari namun sepertinya rencana ini akan menghadapi penolakan dari Bank Sentral Eropa.
Euro turun mencapai level $1,2457 per Dollar dan merupakan level terendah sejak 1 Juli 2010 sebelum akhirnya diperdagangkan pada level $1,2468. Terhadap Yen berada pada level 99,05 sedangkan Dollar AS terhadap Yen berada pada level 79,44.
Untuk saat ini Dollar AS dan Yen adalah mata uang yang paling disukai oleh investor sedangkan Dollar Australia yang digunakan sebagai risk appetite pada umumnya turun setelah data penjualan ritel bulan lalu turun secara tidak terduga, Dollar Australia turun 0,6 persen menjadi $97,93 sen AS.
Sentimen-sentimen negatif inilah yang ikut menekan beberapa harga komoditas antara lain menekan harga emas sehingga turun 0,4 persen menjadi US$1,547.81 per troy ounce, harga perak turun 0,4 persen menjadi $ 27,70, harga minyak mentah AS turun 0,5 persen menjadi $ 90,34 per barel sedangkan minyak mentah Brent turun 0,4 persen menjadi $106,30 per barel.
Senasib dengan yang lain mata uang regional kita Rupiah Indonesia ikut tertekan karena banyaknya arus modal yang keluar karena investor menghindari berinvestasi di negara berkembang guna menghindari resiko yang lebih besar di saat yang penuh ketidakpastian ini. Bank Indonesia juga terkesan membiarkan saja aliran modal keluar ini karena terkendala keterbatasan kapasitas intervensi di pasar. Diperkirakan Rupiah akan bergerak dikisaran Rp 9.320-Rp 9.550.

0 comments:
Post a Comment