Translate

Penerbitan Joint European Bond Mendongkrak Euro

Friday, May 25, 2012 | Permalink

Info Rupiah Indonesia - Banyak sekali sentimen negatif yang mengiringi pelemahan Euro antara lain masih seputar kekhawatiran akan keluarnya Yunani dari zona Euro. Yunani dijadwalkan akan mengadakan pemilihan umum kedua pada tanggal 17 Juni yang mana pada pemilihan yang pertama malah memicu krisis di Yunani.

Sentimen negatif lainnya adalah munculnya resiko penurunan pertumbuhan China karena imbas dari krisis Eropa yang masih belum teratasi sehingga pertumbuhan kredit melemah dan apresiasi Yuan terhenti. Ada selentingan kabar yang mengatakan bahwa kemungkinan pemberi pinjaman terbesar China kehilangan target pinjaman mereka untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun karena adanya perlambatan kredit hal ini dikatakan oleh tiga pejabat bank yang tidak mau disebutkan namanya karena dilarang bicara terbuka mengenai hal ini.

Banyaknya tekanan ini membuat Euro melemah bahkan sempat jatuh ke level terendah sejak Juli 2010 yaitu berada pada level $1,25155 sebelum akhirnya berada pada level $1,2525. Sedangkan indeks Dollar melayang tinggi ke 20 bulan yaitu 82,376 hit pada Kamis karena pesonanya sebagai safe haven.

Namun ada langkah perjuangan yang dilakukan oleh perbankan di Eropa sebagai motor penggeraknya yaitu ide penerbitan "Joint European Bond". Perdana Menteri Italia Carlo Monti memberi signal bahwa mayoritas pemimpin Eropa mendukung penerbitan Joint European Bond ini guna mengembalikan kepercayaan investor terhadap penanganan krisis di Uni Eropa ini.

Walaupun pada awalnya ide ini sempat ditolak oleh Jerman namun pasar menyambut positif rencana ini walaupun beberapa data ekonomi turun antara lain output di sektor manufaktur dan jasa di Uni Eropa, keyakinan pelaku pasar di Jerman, pertumbuhan ekonomi di Inggris pada kuartal pertama ini negatif 0,3 persen dibanding tahun lalu, sedangkan di AS adanya penurunan pesanan perusahaan untuk komputer, mesin-mesin dan peralatan pemodalan lainnya.

Sedangkan nasib malang pun sama menimpa mata uang Asia yang mengalami penurunan mingguan keempat antara lain Rupee India turun 2,2 persen minggu ini berada pada 55,655 per Dollar AS, Peso Filiphina turun 1,4 persen menjadi 43,87, Bath Thailand turun 1,1 menjadi 31,69, Yuan China turun 0,3 persen menjadi 6,3474, Won Korea Selatan turun 1 persen menjadi 1,184.20, Ringgit Malaysia turun 1,1 persen menjadi 3,1695, Dollar Taiwan berada pada NT 29,632 dan Rupiah Indonesia berada pada level Rp 9.360.

0 comments:

Post a Comment

Indeks Dollar

ratrimoneychanger
Masukan Email Anda disini: