Info Rupiah Indonesia - Euro masih terpuruk seiring kekhawatiran investor akan keluarnya Yunani dari zona Euro hal ini diperkuat oleh pernyataan mantan Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos yang menyatakan bahwa Yunani hanya memiliki pilihan untuk tetap pada program penghematan walaupun menyakitkan atau keluar dari zona Euro. Keluar dari zona Euro merupakan suatu bencana namun mungkin saja persiapan yang dilakukan malah merupakan jalan keluar bagi krisis Yunani.Euro merosot ke level $1.2643 hanya berada sedikit diatas palung minggu lalu yaitu $1,2642. Disamping Euro sebagian mata uang Asia ikut jatuh dibarengi oleh Dollar Australia yang ikut terpukul keras.
Won Korea Selatan memimpin pelemahan terbesar saat ini yaitu turun sebesar 0,6 persen menjadi 1,169.80 per Dollar AS setelah investor asing melepas kepemilikan sahamnya sebesar $2900000000 ditambah kabar bahwa Iran menerima sanksi Internasional terkait uji coba nuklir dan pelarangan impor minyak Iran untuk Uni Eropa yang mulai berlaku sejak 1 Juli. Sedangkan mata uang Asia lainnya juga ikut melemah seperti Rupiah Indonesia turun 0,4 persen menjadi Rp 9.263, Bath Thailand turun 0,4 persen menjadi 31,50 , Peso Filiphina juga turun 0,4 persen menjadi 43,32.
Tidak ketinggalan Ringgit Malaysia juga ikut melemah bahkan terendah sejak empat bulan dikarenakan keluarnya data pertumbuhan ekonomi negaranya sedang melambat sehingga Ringgit Malaysia turun 0,3 persen menjadi 3,1375 per Dollar. Ditempat lain Dollar Taiwan berubah sedikit pada NT$ 29,550 per Dollar AS, Yuan China melemah 0,09 persen menjadi 6,3287 sedangkan Dong Vietnam stabil di level 20.845.
Nasib buruk pun ikut mengikuti Dollar Australia yang biasanya dilihat sebagai proxy untuk pertumbuhan global ikut terpuruk dan menyentuh level terendah dalam enam bulan dan terakhir berada pada level $ 0,9772 dan dibarengi oleh Dollar Selandia Baru yang paling sering datang dibawah tekanan pada stres pasar dan ketidak pastian global mencapai level terendahnya dalam lima bulan yaitu $ 0,7490.
Hanya Yen saja yang raltif stabil disaat seperti ini walaupun sempat turun pada hari Selasa kemarin karena penurunan peringkat utang oleh Fitch dari triple A menjadi A+ dengan outlook negatif namun pada hari ini kembali menguat terhadap Dollar AS yaitu berada pada level 79,64. Penurunan peringkat ini tidak terlalu berpengaruh terhadap kedudukan Yen karena sebagian besar utang pemerintah Jepang didanai oleh investor domestik ditambah pernyataan yang dikeluarkan oleh Bank Of Japan yang mengatakan bahwa kebijakan moneter tetap tidak berubah.

0 comments:
Post a Comment