Info Rupiah Indonesia - Euro kembali melemah sebelum Spanyol melelang obligasinya besok hal ini membuat investor mengindikasikan adanya keraguan akan kemampuan Spanyol dalam hal pendanaan negaranya. Mengingat bahwa hasil jangka panjang Spanyol sudah diatas 7 persen sehingga memacu beberapa penghindaran resiko lebih tepatnya imbal hasil Spanyol menyentuh 7,25 persen tertinggi sejak awal kemunculan Euro tahun 1999 sehingga mendorong Yunani, Irlandia dan Portugal untuk mencari paket penyelamatan.Berita ini mendorong Euro kembali turun 0,1 persen ke level $1,2672 sedangkan terhadap Yen turun 0,2 persen menjadi 99,91. Walaupun Euro mendapat beberapa dukungan seperti tanda-tanda dari Yunani akan membentuk pemerintahan koalisi sehingga Yunani akan tetap berada pada zona Euro juga dukungan dari pertemuan negara-negara G-20 di Meksiko yang mana beberapa negara emerging seperti China, Brazil, India, Meksiko dan Rusia berkomitmen untuk mengkontribusikan tambahan dana siaga penanganan krisis melalui IMF menjadi 456 miliar Dollar AS namun berita yang muncul dari AS lebih membuat Euro tertekan.
Pada hari Rabu ini FED akan merilis stimulus yang akan diambil antara memperpanjang Twist Operasi atau QE3 yang membuat investor menunggu hasilnya. Twist Operasi adalah program yang bertujuan menekan biaya jangka panjang pinjaman dengan menjual sekuritas jangka pendek untuk membeli sekuritas jangka panjang dan skema ini akan berakhir pada bulan Juni. Sedangkan QE3 adalah kebijakan yang memerlukan perluasan neraca melalui pembelian obligasi namun jika FED mengambil kebijakan Twist Operasi maka Dollar akan melaju semakin tinggi dan kemungkinannya langkah ini yang akan diambil.
Walaupun banyak perhatian global terpusat pada FED namun penurunan inflasi di Inggris yang memperkuat kemungkinan langkah dari Bank of England untuk mendukung perekonomiannya juga menjadi perhatian lainnya.
Beberapa mata uang yang ikut turun karenanya antara lain adalah Kiwi turun 0,4 persen menjadi 79,51 sen AS dan terhadap Yen turun 0,5 persen menjadi 62,70 dan Dollar Australia turun 0,1 persen terhadap Yen yaitu 80,35 dan terhadap Dollar AS turun $1,0185 sedangkan harga komoditas seperti tembaga mengalami penurunan yaitu turun 0,5 persen menjadi $7.570 per metrik ton. Sedangkan emas naik 0,2 persen menjadi $1,620 per troy ounce sesuai dengan kedudukannya sebagai save haven.

0 comments:
Post a Comment