Translate

Euro Menunggu Pertemuan G7

Tuesday, June 5, 2012 | Permalink

Info Rupiah Indonesia -Bank Sentral Australia memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi 3,5 persen yang merupakan suku bunga terendahnya sejak 2009, penurunan ini ditujukan untuk mengurangi tekanan terhadap mata uangnya akibat perlambatan ekonomi yang melanda Australia dikarenakan krisis di zona Euro dan China.

Akibatnya Dollar Australia menguat 1 persen menjadi $ 0,9840 ditambah pernyataan para ekonom yang memperkirakan akan adanya peningkatan di sektor industri dan jasa. Produk Domestik Bruto Australia menguat 1,3 persen pada kuartal terakhir dan tiga bulan sebelumnya menurut laporan Biro statistik. Hal ini juga yang membantu Euro menguat 0,4 persen menjadi $1,2492 namun masih ada kemungkinan kembali melemah karena krisis Euro masih belum mendapat jalan keluar yang baik.

Disamping itu mata uang Asia ikut menguat seperti Ringgit Malaysia menguat 0,8 persen menjadi 3,1760 er Dollar AS, Bath Tahiland naik 0,5 persen menjadi 31,47, Peso Filiphina naik 0,6 persen menjadi 43,29.

Sedangkan rupiah Indonesia masih ditutup melemah Rp 9.449 per Dollar AS namun karena pergerakan bursa Asia masih bervariasi ditambah krisis global yang berkelanjutan maka Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 9.350-Rp 9.450. Pasar masih menunggu hasil pertemuan G7 di Amerika Serikat guna mengambil tindakan yang tepat namun masih ada angin segar dari hasil lelang surat utang negara yang mana penawaran yang masuk mencapai Rp14,167 triliun dari target indikatif Rp 5 triliun dan hasil lelangnya adalah Rp7,5 triliun. Hasil lelang ini cukup baik dan mengurangi tekanan pada Rupiah namun BI masih tetap menjaga Rupiah agar tidak terus tertekan.

0 comments:

Post a Comment

Indeks Dollar

ratrimoneychanger
Masukan Email Anda disini: