Rupiah hari ini berpotensi bergerak dengan kecenderungan konsolidasi. Aksi dollar AS menjelang akhir pekan nampaknya bakal turun seiring berlanjutnya pesimisme kondisi perekonomian AS. Harapan kembali maraknya arus modal asing yang masuk dan meramaikan perekonomian Indonesia pun mengemukan hingga mensinyalkan dukungan buat rupiah.Depresiasi mata uang rupiah terhadap dolar AS kembali berlanjut pada Jumat pagi sebesar 15 poin, seiring belum adanya sentimen baru yang dapat mengangkat pasar.Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah 15 poin menjadi Rp9.450 dibanding sebelumnya Rp9.435 per dolar AS.
Alasan penurunan Rupiah, pelaku pasar tengah mengantisipasi pemilu Yunani yang akan diselenggarakan di akhir pekan dengan menempatkan asetnya terlebih dahulu ke dalam nilai tukar save heaven.
Gubernur Bank of England Mervyn King meluncurkan langkah-langkah untuk melawan eskalasi krisis utang Eropa sebagai pembuat kebijakan global mempersiapkan dampak pemilihan Yunani dalam dua hari.Meskipun demikian, masa depan Yunani yang akan ditentukan pada pemilu 17 Juni cenderung mendorong pelaku pasar membatasi posisinya. Menyeruaknya sentimen positif Wall Street memunculkan ekspektasi bangkitnya IHSG pula. Menguatnya bursa Wall Street dan diikuti oleh bursa Asia pada Jumat pagi, 15 Juni 2012, dapat menjadi katalis positif bagi pergerakan indeks lokal di akhir pekan ini. Naiknya harga minyak ke US$ 84 per barel atau Rp 793 ribu juga bisa menjadi penopang kenaikan harga saham pertambangan dan komoditas lainnya. Kenaikan itu diharapkan dapat menopang indeks kembali berada di atas level 3.800.Kendati demikian, pergerakan pasar domestik diperkirakan masih akan bervariasi.
Dengan gejolak kawasan euro mendorong biaya dana dan Bank sehingga sulit untuk mengakses kredit, King mengatakan rencana memberikan pinjaman kepada bank dengan dana di bawah harga pasar saat ini. Ini akan dihubungkan dengan kinerja mereka dalam mempertahankan atau memperluas pinjaman mereka ke sektor non-keuangan Inggris selama periode ini.
Ketidakpastian tentang masa depan Eropa yang mengganggu pasar keuangan dan menempatkan ekonomi global pada risiko. Para investor berharap adanya tindakan yang jelas untuk menyelesaikan masalah krisis utang di kawasan Eropa.
Perbankan Spanyol semakin menghadapi beban yang berat setelah imbal hasil obligasinya mencapai 7 persen setelah Moody’s menurunkan peringkat surat utangnya tiga level menjadi Baa3. Audit independen memprediksikan perbankan Spanyol membutuhkan dana sedikitnya 60 miliar dan diharapkan dapat diperoleh melalui dana talangan yang akan diputuskan pada Konfrensi Tingkat Tinggi G20 awal pekan depan.
Pada hari ini, kurs dolar Australia naik kembali di atas paritas dengan greenback, karena spekulasi Federal Reserve AS dapat memulai putaran baru pelonggaran kuantitatif untuk meningkatkan pertumbuhan.Lonjakan komoditas Australia dan suku bunga yang relatif tinggi di atas dua tahun terakhir, mendorong Aussie mencapai rekor 110,81 sen pada Juli 2011.Ini hanya mundur secara signifikan setelah gempa dan tsunami Jepang serta penurunan peringkat utang Amerika Serikat oleh Standard & Poor`s. Selain itu, ketidakpastian dari kondisi global telah mendorong pelaku pasar menempatkan aset-asetnya dalam bentuk dolar AS yang dinilai dapat menjaga nilai portofolio investor.

0 comments:
Post a Comment