Info Rupiah Indonesia - Walaupun saham Asia menguat karena optimisme pasar bahwa Federal Reserve akan bertindak memberi stimulus untuk pertumbuhan ekonomi yang memburuk akibat krisis utang Eropa namun lain dengan Euro yang masih belum mampu menguat karena investor resah dan menarik dananya guna mencegah kerugian, saat ini Euro berada pada level $1,2616.Hal ini diperparah oleh tindakan yang diambil oleh Investor Service Moody yang telah menurunkan peringkat lima bank di Belanda. Tindakan ini mencerminkan bahwa bank-bank di Belanda sedang dalam kondisi sulit sepanjang tahun ini atau mungkin seterusnya. Lembaga Moody menurunkan peringkat Rabobank Nederland RABOO.Ul ke AA2 dan A2 untuk ING, A2 untuk ABN AMRO Bank NV ABRGPG.UL dan Baa2 untuk LeasePlan Perusahaan NV LEASP.UL sedangkan SNS Bank NV SRSNS.UL diturunkan menjadi Baa2.
Namun pemimpin zona Euro tidak hanya berpangku tangan namun para pemimpin dari negara-negara G-20 akan mengadakan pertemuan di Meksiko pekan depan guna membahas masalah krisis utang ini sedangkan para pejabatnya mengatakan bahwa Bank Sentralnya akan mengambil langkah-langkah guna menstabilkan pasar keuangan dengan menyediakan likuiditas dan mencegah tekanan kredit pasca pemilihan hari Minggu ini.
Pernyataan ini membuat mata uang Asia mengalami kemajuan mingguan kedua di pimpin oleh Peso Filiphina menguat 2,1 persen menjadi 42,37 , Won Korea Selatan naik 1 persen menjadi 1.1164.00, Baht Thailand naik 0,5 persen menjadi 31,54, Ringgit Malaysia naik 0,4 persen menjadi 3,1742, Yuan naik 0,1 persen menjadi 6,3639, Dollar Taiwan naik 0,3 persen menjadi NT 29,903 dan Vietnam Dong naik 0,2 persen menjadi 20.958.
Sedangkan mata uang Asia yang melemah antara lain Rupee India turun 0,4 persen menjadi 55,6975, Rupiah Indonesia turun di level Rp 9.469. Namun masih ada peluang untuk menguat bagi Rupiah mengikuti maraknya bursa Asia ditambah lagi kawalan ketat dari Bank Sentral. Diketahui kemarin pemerintah RI merealisasikan program pembelian kembali (buyback) SUN. Jumlah yang ditawarkan peserta lelang mencapai RP 10,833 triliun namun hanya dibeli sebesar Rp 5,445 triliun. Langkah ini diambil guna mengendalikan imbal hasil sekaligus mengurangi tekanan jual SUN ditengah kondisi yang tidak menentu ini.

0 comments:
Post a Comment