
Info Rupiah Indonesia - Pelaku pasar hingga saat ini memang masih wait and see terhadap perkembangan di Eropa. Perhatian investor saat ini mulai tertuju ke Italia yang merupakan negara dengan perekonomian dan utang yg juga jauh lebih besar. Serta Italia memegang lelang obligasi di tengah meningkatnya biaya pinjaman. Kondisi inilah yang membuat sebagian para pelaku pasar masih memilih memegang dolar
Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia diperkirakan masih akan cenderung volatil dan bergerak mendatar hingga Pemilu di Yunani digelar 17 Juni mendatang. Pemilu itu akan menentukan nasib Yunani di zona Euro. Selain pemilu Yunani, pasar juga masih mencermati hasil lelang obligasi Italia serta dampak dari penurunan ratin. Bagaimanapun pasar masih khawatir dengan prospek zona euro terutama jelang pemilu Yunani yang masih belum jelas partai mana yang bakal jadi pemenang. Selain itu, muncul juga kekhawatiran soal kesepakatan bailout Spanyol. Kemungkina bailout bank Spanyol pada akhir pekan tidak membantu dan meningkatkan fokus pada Italia. Ini merupakan waktu untuk berhati-hati dalam pandangan jangka pendek. "
Lembaga Pemerintahan Moody's memotong peringkat utang Spanyol. Moody's memotong peringkat utang Spanyol sebanyak tiga tangga dari A3 menjadi Baa3. Pemotongan ini terkait dengan rencana peminjaman senilai 100 miliar euro (126 miliar dollar AS) sebagai dana talangan kepada perbankan. Spayol yang berhasil memicu apresiasi euro tidak mampu mendorong penguatan rupiah lebih jauh. Belum adanya aliran dana asing ke pasar finansial domestik serta terbatasnya pasokan dolar AS di pasar membuat apresiasi rupiah lebih jauh kembali tertahan. Untuk hari ini, rupiah cenderung akan berada di level Rp9.400-9.450 per USD.
Dolar Selandia Baru menguat terhadap 16 rekan-rekan utama setelah bank sentral mengisyaratkan tidak ada perubahan tarif hingga pertengahan 2013.Eropa meluncur lebih jauh ke dalam resesi dan perekonomian global sedangkan AS masih lambat. Sehingga dolar tetap melemah terhadap euro setelah slide dua hari sebelum data AS yang mungkin menunjukkan harga konsumen jatuh. Sebagai perkiraan untuk inflasi yang lebih rendah, sehingga meningkatkan spekulasi bank sentral akan mengambil langkah lebih untuk meningkatkan perekonomian. Federal Reserve dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan kebijakan pada 19 Juni mendatang.
Saham Asia jatuh dan komoditas diperdagangkan mendekati level terendah sejak November 2010 setelah peringkat kredit Spanyol dipotong, memicu kekhawatiran krisis utang Eropa mengancam pertumbuhan ekonomi global.
Sementara dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) menjaga kecukupan likuiditas baik di pasar rupiah maupun pasar valuta asing, BI memperkuat operasi moneter dan pendalaman pasar keuangan, termasuk melalui pengembangan instrumen moneter valuta asing.
Bank Indonesia (BI) juga mempertahankan suku bunga acuan atau BI rate 5,75 persen untuk menekan pelemahan nilai tukar rupiah dari krisis Eropa yang memburuk dan sentimen negatif pasar keuangan global.

0 comments:
Post a Comment