Info Rupiah Indonesia - Di pasar Non Delivery Forward untuk pasar offshore, rupiah dibuka naik di level Rp 9.655-Rp 9.669 per dollar AS sehingga turut menopang ekskalasi dollar AS di pasar domestik.Adanya rilis data PDB AS kuartal kedua yang lebih baik dari sebelumnya, juga diperkirakan turut menopang dollar AS pada hari ini. Tingginya konsumsi dalam negeri mendorong peningkatan impor menjelang akhir bulan diprediksi juga akan mendorong kenaikan permintaan dollar AS.
BI diharapkan masuk ke pasar valas untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah hari ini dari tekanan keluarnya modal investor asing di pasar keuangan yang mulai terlihat beberapa hari terakhir. BI sempat terlihat melakukan intervensi di pasar sehingga cukup memberikan angin segar terhadap rupiah menjelang penutupan.
Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak konsolidatif dengan kecenderungan melemah. Rupiah bergerak di kisaran Rp 9.520-Rp 9.590 per dollar AS. Dolar tetap lebih tinggi terhadap yen setelah kenaikan kemarin sebelum data AS diperkirakan akan menunjukkan belanja konsumen naik tertinggi dalam lima bulan. Bursa IHSG ditutup melemah tipis di zona merah sehingga turut menekan pergerakan rupiah.
Dolar telah melemah 1,3 persen pada bulan lalu, sementara yen turun 1,9 persen. Dolar Australia melemah 17,3 persen terhadap 16 mata uang utama. Aussie jatuh ke $ 1,0318, terendah sejak 26 Juli, sebelum diperdagangkan pada $ 1,0333, turun 0,2 persen dari penutupan kemarin.
Euro naik 1,2 persen di tengah spekulasi ECB akan melanjutkan membeli obligasi pemerintah untuk membendung krisis utang dan setelah Jerman menyetujui langkah-langkah yang luar biasa untuk melestarikan mata uang tunggal.
Permintaan untuk euro meningkat setelah Draghi menggunakan halaman mingguan Zeit Die untuk memohon peran bank yang lebih sentral ekspansif. Krisis yang melanda mata uang dapat distabilkan tanpa mengorbankan independensi masing-masing negara dengan sistem politik Eropa yang terpadu.
Keinginan untuk membuat sebuah arsitektur baru bagi daerah Euro guna menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi semua negara-negara kawasan euro, dan terutama untuk Jerman. Namun, arsitektur baru ini tidak memerlukan persatuan politik tunggal. Integrasi ekonomi dan integrasi politik dapat berkembang secara paralel.

0 comments:
Post a Comment