Info Rupiah Indonesia - Rupiah melemah secara natural, karena imbas dari tingginya impor dan saat ini Eropa masih mengalami keterlambatan. Masalah lainnya adalah bahwa Spanyol dan Italia, belum meminta bailout penuh dari troika pemberi pinjaman yang meliputi ECB, Dana Moneter Internasional dan Komisi Eropa. Negara-negara yang bersangkutan belum meminta bantuan program resmi dan itu prasyarat bagi ECB untuk datang dan membuat pembelianNilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah hingga menyetuh lebih dari Rp 9.600/US$. Ternyata tidak hanya mata uang rupiah saja yang mengalami pelemahan namun mata uang beberapa negara lain mengalami penurunan terhadap dolar, seperti India dan China. Prekdisi dari beberapa ekonom menjelaskan 6-9 bulan ke depan rupiah masih akan tertekan. Bahkan ia memprediksi di akhir 2012 posisi rupiah berada di level Rp9.600-9.700 per dolar. Penyebab melemahnya rupiah dan mata uang negara lain terhadap mata uang dolar disebabkan oleh masih melambatnya perekonomian dunia.
Sementara dari sisi suku bunga acuan (BI Rate), Bank Indonesia diprediksi masih akan tetap menjaga kisaran suku bunga di level 5,75 persen hingga akhir tahun 2012. Sebab jika BI memangkas suku bunga acuan dapat memperburuk pelemahan rupiah, sehingga memicu infasi lebih tinggi, meningkatkan utang mata uang asing dan membebani investasi. BI harus memantau fluktuasi dan menjaga agar volatilitas cukup terjaga karena rupiah bukan dimanage oleh BI secara mutlak.
Kenaikkan rate BI bukan merupakan salah satu solusi untuk menjaga nilai tukar rupiah dan bukan untuk menjawab keseimbangan eksternal. Itu hanya sebuah pengagetan. Namun BI tetap menjaga nilai Rupiah supaya pergerakan fluktuasinya tidak terlalu cepat.
Investasi Dana Pensiun Pemerintah (GPIF), di bawah tekanan untuk menaikkan kembali untuk mengatasi dengan penduduk yang cepat penuaan, yang diawasi ketat oleh pasar global mengingat ukuran $ 1370000000000 portofolio, yang setara dengan perekonomian Australia, dunia 13-terbesar.
Dana pensiun masyarakat Jepang mengalami kerugian investasi $ 26 miliar pada bulan April-Juni, kerugian pertama dalam tiga kuartal, sebagai kekuatan yen dan jatuh dalam ekuitas domestik dan asing melukai kinerja kuartalan.

0 comments:
Post a Comment