Info Rupiah Indonesia - EUR melesat hingga ke posisi tertinggi 4-bulan terhadap USD pada hari Rabu pasca Mahkamah Konstitusi Jerman menyetujui fasilitas bailout permanen zona Euro dan pakta anggaran.Keputusan tersebut cukup mampu meredakan kecemasan terhadap krisis hutang yang telah memasuki tahun ke-3. Apresiasi EUR bahkan mungkin dapat berlanjut jika Federal Reserve AS memutuskan untuk meluncurkan pelonggaran moneter lebih lanjut pada hari Kamis, yang berpotensi mendorong Euro untuk menguji level $1.30.
Euro terus diperdagangkan stabil menyusul serangkaian peristiwa yang positif, termasuk putusan Mahkamah Konstitusi Jerman.
GBP/USD melonjak pada hari Rabu seiring merebaknya spekulasi bahwa Federal Reserve AS akan mengumumkan putaran baru pelonggaran moneter usai melangsungkan pertemuan kebijakan hari Kamis. Rally GBP akan dapat berlanjut lebih jauh jika Fed benar-benar meluncurkan program pembelian obligasi, yang cenderung akan membebani USD. Namun GBP juga rentan terhadap pembalikan arah jika ternyata Fed masih mempertahankan kebijakan sebelumnya. Dukungan kuat bagi GBP juga datang dari data ketenagakerjaan Inggris yang lebih baik dari ekspektasi. Jumlah orang Inggris yang mengajukan klaim untuk memperoleh tunjangan pengangguran secara tak terduga merosot pada bulan Agustus, yang meningkatkan harapan terjadinya perbaikan pada pasar tenaga kerja.
IHSG kemarin menguat 18 poin menyusul sepakatnya Mahkamah Konsitusi Jerman memberi dana bailout 500 miliar euro untuk Uni Eropa. Pelaku pasar menyambut baik sentimen positif ini. Menutup perdagangan, Rabu (12/9/2012), IHSG menguat 18,741 poin (0,45%) ke level 4.174,097.
Pasar saham Wall Street ditutup positif mengikuti penguatan bursa Eropa setelah pengadilan Jerman sepakat memberi bailout untuk krisis utang Uni Eropa.
Saham-saham teknologi memimpin penguatan kali ini. Saham Facebook menanjak 7% setelah si empunya Mark Zuckerberg menyatakan akan merambah industri ponsel pintar demi menggenjot pendapatan. Pasar juga terbantu saham Apple yang baru saja meluncurkan ponsel pintar generasi terbarunya, iPhone 5.
Saham Apple naik 1,4% ke level US$ 669,79 per lembar, tak lama setelah perusahaan yang didirikan Steve Jobs itu meluncurkan ponsel pintar terbaru.
Sedangkan saham Facebook rebound 7,7 percent ke level US$ 20,93 per lembar, masih jauh di bawah harga penawaran saham umum perdana alias initial public offering (IPO) US$ 38 per lembar Mei lalu.
Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones naik tipis 9,99 poin (0,07%) ke level 13.334,05. Indeks S&P 500 menguat 3,00 poin (0,21%) ke level 1.436,56, sementara Indeks Komposit Nasdaq bertambah 9,78 poin (0,2%) ke level 3.114,31.
Harga minyak mentah tergelincir setelah laporan mingguan EIA menunjukkan suplai minyak mentah naik sebanyak 1.99 juta barel pekan lalu. Sementara Wall Street menguat tipis dan emas diperdagangkan flat menjelang pengumuman kebijakan Federal Reserve.
Data ekonomi hari ini adalah MI inflation expectations dari Australia, PPI dari Swiss, keputusan suku bunga dan pernyataan kebijakan moneter dari SNB, bulletin dari BoE, RBA, serta ECB, PPI, jobless claims dari AS, keputusan suku bunga, pernyataan, proyeksi ekonomi, dan konferensi pers FOMC.

0 comments:
Post a Comment