Info Rupiah Indonesia - USD anjlok secara luas pada hari Kamis, menyentuh level terendah 4-bulan versus EUR pasca Federal Reserve mengumumkan putaran baru stimulus moneter guna mendongkrak perekonomian AS.Seiring perubahan kebijakan moneter yang signifikan tersebut, Fed mengatakan akan membeli $40 milyar hutang hipotek setiap bulan dan aset lainnya sampai pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Sebuah babak baru pembelian obligasi, yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif atau QE, akan kian membebani USD karena hal tersebut sama saja dengan mencetak lebih banyak uang.
Apresiasi Yen berlanjut hingga menyentuh posisi tertinggi dalam 7-bulan terhadap USD setelah Federal Reserve berencana untuk memulai putaran ke-3 pembelian aset guna menopang perekonomian. Pergerakan mata uang Jepang tersebut telah memperkuat spekulasi akan adanya intervensi pasar dari pembuat kebijakan Jepang sebagai upaya mengekang penguatan mata uang yang berlebihan. Gelombang terbaru penguatan Yen terhadap USD jelas dipicu oleh aksi-aksi spekulatif, dan pemerintah Jepang tidak akan mengabaikan langkah tersebut.
Rally GBP berlanjut hingga ke posisi tertinggi dalam hampir 4-bulan versus Greenback pada hari Kamis seiring meningkatnya permintaan untuk mata uang beresiko setelah Fed meluncurkan kembali program pembelian obligasi. Namun mata uang Inggris ini tetap diperdagangkan melemah terhadap EUR yang terdukung oleh putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Jerman. Pada hari Rabu MK Jerman telah memberi lampu hijau untuk meratifikasi fasilitas bailout permanen zona Euro.
Sementara beberapa trader masih tetap yakin jika apresiasi EUR terhadap GBP hanya akan berumur pendek mengingat kondisi perekonomian Inggris yang terlihat lebih baik dibandingkan kawasan Euro.
IHSG kemarin ditutup melemah 3,458 poin. Euphoria pelaku pasar telah surut menanggapi kabar parlemen Jerman yang menyetujui bailout untuk Zona Eropa dan meningkatnya harapan investor terhadap stimulus dari Bank Sentral, The Fed. Menutup perdagangan, Kamis (13/9/2012), IHSG naik tipis 4,302 poin (0,10%) ke level 4.178,399. Hari ini IHSG running di 4.205,42 naik 0.83%.
Saham-saham di bursa Wall Street AS melaju kencang pada perdagangan Kamis kemarin. Ini terjadi setelah Bank Sentral AS atau The Fed mengumumkan adanya aksi stimulus besar-besaran.
Pengumuman dari The Fed ini membuat para investor percaya diri dan menyelam kembali ke pasar saham.
Pada perdagangan. Kamis (13/9/2012), indeks saham Do Jones naik 206,51 poin (1.55%) ke level 13.1539,86. Indeks S&P 500 naik 23,43 (1,63%) ke level 1.459,99. Kemudian indeks Nasdaq naik 41,51 poin (1,33%) ke level 3.155,83.
Indeks Dow Jones dan S&P 500 tercatat masing-masing berada di level tertingginya sejak Desember 2007. Sementara indeks Nasdaq di level tertinggi sejak November 2000.
Saham-saham unggulan seperti Apple yang merupakan saham termahal di dunia, berhasil mencapai level tertingginya, lalu diikuti dengan saham Exxon Mobil.
The Fed telah mengumumkan rencananya untuk membeli aset-aset mortgage senilai US$ 40 juta per bulan dan juga menjaga persentase pengangguran di AS 8,1%.
Euro melejit terhadap dollar pada hari Kamis, untuk mencetak level tinggi 4 bulan setelah Federal Reserve mengumumkan program stimulus agresif untuk mendorong perekonomian AS. Wall Street naik tajam akibat langkah dari Fed, dollar turun secara global, harga minyak naik dan emas menyentuh level tinggi 6 bulan.
Data ekonomi hari ini adalah industrial production dari Jepang, CPI, employment change, dari zona Euro, pertemuan ECOFIN, CPI, retail sales, capacity utilization rate, industrial production, University of Michigan consumer sentiment, business inventories dari AS.

0 comments:
Post a Comment