RMC News -Krisis utang di Eropa yang mengakibatkan diturunkannya rangking utang Yunani menjadi B+ membuat para investor beramai-ramai melepas Euro dan beralih ke dollar AS sehingga Euro melemah seiring ketakutan akan tidak mampunya Yunani membayar utangnya. Krisis ini tidak hanya membuat Euro saja yang jatuh namun sebagian besar bursa mata uang regional juga mengalami pelemahan tak terkecuali rupiah.
Pelemahan kali ini dipimpin oleh Won mata uang Korea Selatan dan dollar Singapura, won diperdagangkan pada level 1.090,05 terhadap dollar dan dollar Singapura pada level S$1,2423 sedangkan rupiah terhadap dollar AS adalah 8.563 perdollar. Para investor lebih memilih aset yang paling dirasa aman dan menjanjikan seperti dollar AS.
Rupiah bisa saja stagnan andaikata para pelaku pasar tidak melakukan aksi mengambil untung yang mengakibatkan rupiah sedikit melemah namun penurunan ini tidak terlalu mengkhawatirkan pasar sebab rupiah masih bisa bertahan karena suku bunga acuan yang menjanjikan sehingga tetap menarik minat para investor. Indonesia masih menjadi tujuan berinvestasi yang menarik apalagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin membaik terbukti dari laporan bulan April yang menggembirakan.
Untuk saat ini wajar jika para investor melepas kepemilikan emas nya guna mengantisipasi krisis Eropa yang semakin mengkhawatirkan dan beralih membeli dollar AS sebagai langkah aman membuat harga emas mengalami penurunan. Harga emas diperdagangkan pada level US$1.507,98 per troy ounce, trend penurunan ini akan terus berlanjut sampai krisis utang bisa diatasi.

0 comments:
Post a Comment