Translate

Bank Sentral AS Menahan Kenaikan Suku Bunga

Tuesday, June 7, 2011 | Permalink

RMC News-Dollar masih turun dibandingkan dengan 6 mata uang utama lainnya terutama setelah The FED memberikan sinyal agar Bank Sentral AS harus memberikan stimulus moneter agar perekonomian AS semakin membaik. Bank Sentral AS masih menahan kenaikan suku bunga acuannya sehingga para investor berlomba-lomba melepas kepemilikan dollarnya dan ini membuat dollar keok.

Menurut Interkontinantal Exchange Inc"s Dollar Index yang mengukur kekuatan dollar terhadap mata uang utama lainnya mengatakan bahwa dollar turun 0,6% menjadi 73,521 dari posisi sebelumnya 73,989 di New York. Ini merupakan indikasi yang tidak menguntungkan bagi dollar jika ingin mendonkrak naik index nya Bank Sentral harus mau melakukan perubahan dan memberi rangsangan.

Melemahnya dollar memberi keuntungan bagi Euro dan beberapa mata uang lainnya, Euro berada pada level US$1,4691 walaupun bukan level tertingginya yaitu pada US$1,4697 namun Euro tetap menarik minat investor disaat yang tidak menguntungkan AS ini. Mata uang lainnya yang layak dilirik adalah Dollar Australia, saat ini dollar Australia sedikit turun karena sentimen negatif akibat Bank Sentralnya menahan suku bunga acuannya pada level 4,7% namun performanya lebih bagus daripada dollar diramalkan dalam beberapa hari kedepan dollar Australia akan kembali bersinar.

Sedangkan di pasar Asia sangat terpengaruh oleh isu negatif AS walaupun harusnya Rupiah sedikit bersinar namun para investor bertindah hati-hati dan wait and see menunggu pengumuman beberapa Bank Sentral seperti BOE, ECB, dan BI sendiri yang akan diumumkan kamis besok, sehingga membuat laju rupiah sedikit tertahan, untuk diketahui rupiah diperdagangkan pada posisi 8.519 per dollar AS turun sedikit dibandingkan hari sebelumnya yaitu 8.515. Walaupun lelang SUN sudah mencapai 19,9 triliun namun masih belum mampu menopang rupiah tapi menurut beberapa pengamat koreksi ini wajar setelah kenaikan rupiah dalam beberapa hari sebagai aksi mencari keuntungan. Pasar Indonesia masih sangat bagus hal ini dapat dilihat dari derasnya dana asing (capital inflow) yang masuk yang mana ini menandakan pertumbuhan ekonomi yang bagus pula hanya menunggu sentimen positif yang dapat meningkatkan performanya.

Mengenai komoditas seperti emas walaupun dollar turun tidak serta merta menaikan harga emas, terbukti emas gagal mencapai harga psikologisnya yaitu USD 1.550 pertroy ounce hanya berada pada level USD 1.554,76 pertroy ounce namun hal ini dinilai wajar karena para investor wait and see.

0 comments:

Post a Comment

Indeks Dollar

ratrimoneychanger
Masukan Email Anda disini: