persen. Sebagai perbandingan MSCI World Index turun 2,45 persen pada bulan kemarin sementara Standart & poor GSCI Total Return Index dari 24 komoditas terguling hingga 6,89 persen dan rata rata obligasi hanya 1,12 persen per 30 Mei lalu. Dollar menguat setelah Euro jatuh karena ditinggalkan investor karena kekhawatiran akan penanggulangan utang Yunani bahkan The Federal Reserve bersiap untuk menghentikan mencetak uang untuk membeli surat utang yang dinamakan Quantitative Easing.Sedangkan Rupiah menguat didorong bahwa dengan sentimen positif tentang perlambatan laju inflasi pada bulan Mei, Rupiah diperdagangkan 8.539 perdollar AS dan butuh selangkah lagi untuk mencapai 8.500 perdollar As. Jika dana asing terus masuk ke Surat Utang pemerintah dan terjadi peningkatan dibanding bulan lalu maka akan terus mendongkrak perekonomian Indonesia. Namun untuk saat ini yang perlu diwaspadai adalah penurunan peringkat Jepang oleh Moody's satu tingkat dari yang semula AA2 akibat dari beban fiskal yang meningkat juga naiknya jumlah pengangguran dan terutama akibat dari rekstrukturisasi perekonomian Jepang paska bencana gempa beberapa bulan yang lalu. Isu ini berdampak pada mata uang Asia sekaligus berpengaruh pada mata uang Nasional kita karena Jepang masih merupakan pasar uang Asia yang paling penting dan bisa menimbulkan dampak negatif terhadap pasar Asia.
Untuk beberapa komoditas yang terkena imbas secara langsung adalah emas, komoditas ini turun seiring dengan melemahnya euro karena investor khawatir akan gagal bayar Yunani akan utangnya sehingga Yunani akan menerima dana talangan untuk mengatasi utangnya akibatnya para investor beramai-ramai melepaskan kepemilikan akan emas. Emas diperdagangkan US$1.531,45 pertroy ounce pada pengantaran cepat di Comex New York.

0 comments:
Post a Comment