Info Rupiah Indonesia - Hari ini Euro relatif tenang dan rebound dari level terendahnya pada hari Jumat kemarin setelah para pemimpin dunia berjanji untuk mengambil semua langkah yang diperlukan guna menyelamatkan krisis keuangan. Sangat sulit untuk menjual Euro pada saat seperti ini karena investor masih penuh dengan keragu-raguan mengenai nasib Yunani apakah masih tinggal di zona Euro ataukah keluar dari zona Euro tersebut.Euro berada pada level $1,2799 naik sekitar 0,15 persen dari hari Jumat kemarin yang ditutup pada level $1,2624 hal ini dipicu oleh komentar dari para pemimpin dunia pada pertemuan puncak G8 negara industri terkemuka. Presiden AS Barack Obama bergabung dengan pemimpin G8 lainnya termasuk Hollande dan Perdana Menteri Inggris David Cameron lebih mengutamakan pertumbuhan dan menggarisbawahi keinginan Jerman yang mempertahankan pemotongan anggaran sedangkan menurut pemimpin G8 mengatakan bahwa langkah-langkah yang tepat tidaklah sama untuk masing-masing masalah.
Tidak heran jika kesulitan Euro ini malah membuat Dollar AS naik daun sebagai save haven dan pada Jumat kemarin mencapai level tertingginya dalam empat bulan tehadap beberapa mata uang utama lainnya. Disamping itu hal ini malah membuat Dollar Aussie terus berjuang berada pada level $ 0,9852 tidak jauh dari titik terendahnya dalam enam bulan yaitu $ 0,9795.
Imbasnya bagi mata uang Asia sangat fatal yaitu melemahnya sebagian besar mata uang Asia seperti Rupiah Indonesia, Dollar Singapura, Ringgit Malaysia,Peso Filiphina dan Bath Thailand. Sedangkan mata uang Asia yang menguat antara lain Won Korea Selatan menguat 0,7 persen menjadi 1,164.32 per Dollar AS.
Won Korea Selatan dapat bernafas lega karena investor meningkatkan kepemilikan mereka atas saham Korea. Korea Selatan memiliki cadangan devisa yang cukup untuk menghadapi krisis Yunani ini dan akan mengambil tindakan yang diperlukan kata Wakil Menteri Keuangan Shin Je Yoon pekan lalu.

0 comments:
Post a Comment